lain ruang lain rasa

Januari 28, 2008

feri

tanpa diduga, latar alam juga memberi rasa nikmat yang beragam bila mengunyah aksara. dan gaya membaca juga kadangkala mengalirkan kelazatan yang berbeda  [ duduk, berdiri, terlentang, meniarap, bertinggung, bersimpuh, mengiring, bersandar, tergantung(ada ka?)]  semua penelaah ada gayanya; dan gua merindui gaya dan latar ini – santai di kerusi panjang (dan keras!) feri, disapa pawana ramah dan ditokok hanyir laut. ahhh, bila lagi ya mahu begini?

3 Respons kepada “lain ruang lain rasa”

  1. zulkhair Berkata:

    Menulis begitu jua. Lain ruang, lain rasa, lain ruhnya. Kadang2 bila waktu senggang itulah ruang terbaik selain waktu ‘last minute’…

  2. zawanbaba Berkata:

    Tuan Zulkhair,
    ‘last minute’ kadang2 ialah -cemeti pendorong- sebab -kesonderan cemeti dalam diri- haha..

  3. ren Berkata:

    salam ziarah, nazwan.


Tinggalkan jawapan