lain ruang lain rasa
Januari 28, 2008
tanpa diduga, latar alam juga memberi rasa nikmat yang beragam bila mengunyah aksara. dan gaya membaca juga kadangkala mengalirkan kelazatan yang berbeda [ duduk, berdiri, terlentang, meniarap, bertinggung, bersimpuh, mengiring, bersandar, tergantung(ada ka?)] semua penelaah ada gayanya; dan gua merindui gaya dan latar ini – santai di kerusi panjang (dan keras!) feri, disapa pawana ramah dan ditokok hanyir laut. ahhh, bila lagi ya mahu begini?

September 10, 2008 at 3:35 am
Menulis begitu jua. Lain ruang, lain rasa, lain ruhnya. Kadang2 bila waktu senggang itulah ruang terbaik selain waktu ‘last minute’…
September 10, 2008 at 3:46 am
Tuan Zulkhair,
‘last minute’ kadang2 ialah -cemeti pendorong- sebab -kesonderan cemeti dalam diri- haha..
Januari 21, 2009 at 8:03 am
salam ziarah, nazwan.